TM.COM, Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, mengajak masyarakat untuk kembali menghidupkan berbagai permainan tradisional sebagai bagian dari upaya menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat semangat kebersamaan di Kota Ambon.
Ajakan tersebut disampaikan Bodewin saat menanggapi rangkaian kegiatan olahraga masyarakat, Expo PKK, serta lomba antar pelajar yang digelar KORMI Kota Ambon dan PKK Kota Ambon dalam menyongsong Hari Ulang Tahun (HUT) ke-451 Kota Ambon.
Bodewin mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan tersebut karena tidak hanya melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD), tetapi juga masyarakat dan kelompok lanjut usia.
“Pemerintah kota memberikan apresiasi kepada PKK dan KORMI Kota Ambon yang sudah menginisiasi berbagai perlombaan yang melibatkan tidak saja OPD, tapi juga masyarakat dan para lansia,” kata Bodewin.
Menurutnya, berbagai kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun Kota Ambon dengan semangat kebersamaan serta memperkuat kehidupan orang basudara.
“Ini menandakan bahwa kita ingin membangun Ambon dalam semangat kebersamaan, melibatkan seluruh komponen. Mudah-mudahan ini berdampak bagi penguatan semangat kebersamaan, hidup bersaudara di Kota Ambon,” ujarnya.
Bodewin juga menyoroti pentingnya perlombaan permainan tradisional sebagai sarana untuk memperkenalkan kembali budaya lokal kepada generasi muda.
“Permainan tradisional itu bagian daripada upaya kita bersama untuk menghidupkan kembali permainan-permainan tradisional yang dulu itu terus ada dan dilakukan oleh anak-anak di Kota Ambon, di Provinsi Maluku,” jelasnya.
Ia menilai, perkembangan teknologi membuat anak-anak saat ini lebih banyak menghabiskan waktu dengan gadget. Karena itu, permainan tradisional perlu kembali dihadirkan sebagai aktivitas yang menarik dan positif.
“Dengan menghidupkan kembali, kita mengingatkan bahwa ada banyak warisan permainan-permainan tradisional yang sebenarnya masih bisa kita hidupkan kembali untuk diperlombakan dan juga mengurangi waktu anak-anak untuk sekadar dengan gadget, dengan Android, tapi bisa terlibat dalam permainan-permainan olahraga tradisional,” ungkap Bodewin.
Ia menyebut sejumlah permainan tradisional yang pernah populer di kalangan anak-anak, seperti permainan sepeda, main aseng dan benteng.
“Dulu kita kecil-kecil, main sepeda lama saja bisa pakai untuk lomba, untuk adu kecepatan misalnya dan lain-lain. Ada main aseng di sana, ada main benteng di sana dan lain-lain,” tuturnya.
Bodewin berharap permainan tradisional tersebut dapat kembali berkembang dan menjadi bagian dari aktivitas generasi muda di Kota Ambon.
“Itu mudah-mudahan bisa kembali dihidupkan untuk anak-anak muda kita. Walaupun hari ini zaman modern, tapi kita tidak melupakan permainan-permainan tradisional yang sudah berakar, tumbuh dan berkembang di Kota Ambon dan Maluku,” pungkasnya. (*






